Perkembangan
TIK
Resume
Perkuliahan
Pertemuan 2
Oleh. Rina Malia
Candra
Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) secara umum adalah semua teknologi yang berhubungan dengan
pengambilan, pengumpulan (akuisisi), pengolahan, penyimpanan, penyebaran, penyajian
informasi (Sumber: Kementerian Negara Riset dan Teknologi, 2006: 6). Semua
perangkat keras, perangkat lunak, kandungan isi, dan infrastruktur computer
maupun telekomunikasi. Tercakup dalam definisi tersebut istilah TIK atau ICT
(Information and Communication Technology), atau yang dikalangan Negara Asia
berbahasa Inggris disebut Infocom. Muncul setelah berpadunya teknologi computer
(baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya) dan teknologi komunikasi
sebagai sarana penyebaran informasi pada
paruh kedua abad ke-20.
Terdapat beberapa tonggak perkembangan teknologi yang
secara nyata memberi sumbangan terhadap eksistensi TIK saat ini. Pertama,
temuan telepon oleh Alexander Graham Bell (1875), yang diikuti dengan
penggelajaran jaringan komunikasi yang menggunakan kabel komunikasi. Memasuki
abad ke-20 (1910-1920), terealisasi transmisi suara tanpa kabel melalui siaran
radio AM yang pertama. Komunikasi tanpa kabel berkembang pesat yang diikuti
oleh transmisi audiovisual tanpa kabel, yang berwujud siaran televise pada
1940-an. Komputer elektronik beroperasi pertamakali pada 1943, kemudian diikuti
penemuan transistor pada 1947, dan rangkaian terpada (integrated electronics)
pada 1957.
Ciri abad ke-21 adalah konvergensi
telekomunikasi-komputasi multimedia.
1.
Informasi Elektronik sebagai Sumber Pembelajaran
Pemanfaatan informasi
elektronik untuk proses pembelajaran tidak hanya berlaku bagi individu
(khususnya siswa) dalam proses belajar. Dalam posisi saya sebagai guru dapat
memanfaatkan fasilitas ini untuk kepentingan memperkaya kemampuan mengajar
sehari-hari. Beberapa manfaat yang dapat digunakan, antara lain sebagai
berikut:
·
Memperluas “background knowledge” Guru
·
Pembelajaran yang Dinamis dan Fleksibel
·
Mengatasi Keterbatasan Bahan Ajar
·
Kontribusi dan Pengayaan Bahan Ajar
·
Implementasi SAL-CBSA
2.
Esensi Informasi Elektronik
Beberapa hal
dari karakteristik informasi jenis adalah sebagai berikut:
a. Akurat
Informasi
elektronik bersifat akurat, karena dimunculkan oleh pihak yang resmi dan
bertanggungjawab mengeluarkan suatu informasi tertentu. Sumber informasi
terdata dengan jelas, baik pihak maupun alamatnya. Dengan demikian, dapat
diakses lebih lanjut kebenaran informasi yang muncul ke permukaan. Sumber
informasi memiliki kewajiban merevitalisasi informasi yang telah dikeluarkan.
b. Mutakhir
Seperti
telah dikemukakan di atas bahwa salah
satukarateristik informasi elektronik yang atraktif adalah karena
kemutkhirannya. Dengan adanya kewajiban untuk merevitalisasi informasi dari si
pemilik website mengindikasikan bahwa informasi yang di munculkan ke permukaan
dikategorikan informasi yang terbaru. Meskipun demikian, perluadanya
kehati-hatian dalam mengakses informasi yang berisi data kuantitatif. Data
kunatitatif ini sayangat terbuka untuk berubah denganperkembangan waktu.
c. Cepat
Untuk
mengakses informasi melalui media elektronik dapat dilakukan dalam hitungan
menit. Dengan demikian, kecepatan memperoleh informasi elektronik akan sangan
cepat sekali. Hal ini sangat dapat dirasakan apabila dibandingakan dengan cara mengakses
informasi melalui media cetak, apalagi apabila buku-buku yang bersifat standar.
d. Daya jangkau
Daya jangkau
informasi elektronik mampu merambah ke seluruh penjuru dunia sepanjang tersedia
jaringan system telekomunikasi. Kalau kita mengakses sumber informasi
elektronik perlu disadari bahwa kita salah seorang dari sekian banyak pihak
atau orang yang menelusurinya. Dengan demikian, dapat kita pahami nilai-nilai
positive dari kegunaan mengakses dan memanfaatkan sumber informasi elektronik.
e. Komprehensif
Melalui teknis
penelusuran sejumlah sumber informasi elektronik, dalam konteks yang sejenis
(sama), sangat memungkinkan untuk diakses. Dalam waktu yang sangat cepat kita
dapat mengakses informasi yang konprehensif. Dengan mengkaji analisis lebih
lanjut dari berbagai sumber tersebut dimungkinkan dapat melakukan verifikasi
informasi sehingga dapat menjaga objektivitas nilai terhadap substansi
informasi yang tersajikan.
f.
Selektif
Informasi
elektronik sifatnya selektif. Artinya, hanya informasi yang penting yang
memiliki nilai dan manfaat tertentu yang dimunculkan melalui media ini.
Berdasarkan uraian diatas, maka
melalui teknologi informasi yang mampu mewadahi dan meginformasikannya, seperti
computer jaringan, computer internet, computer mulitimedia, dan pembelajaran
jaak jauhnya, maka realitas pembelajaran yang tidak kesampaian selama ini akan
terwujud dengan cepat. Tentunya jika dikaitkan denga konsep biologi komunikasi,
maka hal in I sangat mendukung senivitas prilaku dalam bentuk stimulus secara
cepat dan terintegrasi dalam advance organizer skill-nya yaitu kemampuan
seseorang untuk mengolah dan mengklarifikasi informasi pembelajaran dalam benak
memorinya.
bacaan
Darmawan Deni. 2012. Inovasi Pendidikan (Pendekatan
Praktik Teknologi Multimedia dan Pembelajaran Online.Bandung: PT. Remadja
Rosdakarya.
Darmawan Deni. 2012. Teknologi Pembelajaran. Bandung:
PT. Remaja Rosdakarya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar