Kamis, 01 Agustus 2013


Perkembangan TIK 
Resume Perkuliahan
Pertemuan 2
Oleh. Rina Malia Candra
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) secara umum adalah  semua teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan (akuisisi), pengolahan, penyimpanan, penyebaran, penyajian informasi (Sumber: Kementerian Negara Riset dan Teknologi, 2006: 6). Semua perangkat keras, perangkat lunak, kandungan isi, dan infrastruktur computer maupun telekomunikasi. Tercakup dalam definisi tersebut istilah TIK atau ICT (Information and Communication Technology), atau yang dikalangan Negara Asia berbahasa Inggris disebut Infocom. Muncul setelah berpadunya teknologi computer (baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya) dan teknologi komunikasi sebagai  sarana penyebaran informasi pada paruh kedua abad ke-20.
Terdapat beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap eksistensi TIK saat ini. Pertama, temuan telepon oleh Alexander Graham Bell (1875), yang diikuti dengan penggelajaran jaringan komunikasi yang menggunakan kabel komunikasi. Memasuki abad ke-20 (1910-1920), terealisasi transmisi suara tanpa kabel melalui siaran radio AM yang pertama. Komunikasi tanpa kabel berkembang pesat yang diikuti oleh transmisi audiovisual tanpa kabel, yang berwujud siaran televise pada 1940-an. Komputer elektronik beroperasi pertamakali pada 1943, kemudian diikuti penemuan transistor pada 1947, dan rangkaian terpada (integrated electronics) pada 1957.
Ciri abad ke-21 adalah konvergensi telekomunikasi-komputasi multimedia.
1.              Informasi Elektronik sebagai Sumber Pembelajaran
Pemanfaatan informasi elektronik untuk proses pembelajaran tidak hanya berlaku bagi individu (khususnya siswa) dalam proses belajar. Dalam posisi saya sebagai guru dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk kepentingan memperkaya kemampuan mengajar sehari-hari. Beberapa manfaat yang dapat digunakan, antara lain sebagai berikut:
·                Memperluas “background knowledge” Guru
·                Pembelajaran yang Dinamis dan Fleksibel
·                Mengatasi Keterbatasan Bahan Ajar
·                Kontribusi dan Pengayaan Bahan Ajar
·                Implementasi SAL-CBSA

2.              Esensi Informasi Elektronik
Beberapa hal dari karakteristik informasi jenis adalah sebagai berikut:
a.       Akurat
Informasi elektronik bersifat akurat, karena dimunculkan oleh pihak yang resmi dan bertanggungjawab mengeluarkan suatu informasi tertentu. Sumber informasi terdata dengan jelas, baik pihak maupun alamatnya. Dengan demikian, dapat diakses lebih lanjut kebenaran informasi yang muncul ke permukaan. Sumber informasi memiliki kewajiban merevitalisasi informasi yang telah dikeluarkan.
b.      Mutakhir
Seperti telah  dikemukakan di atas bahwa salah satukarateristik informasi elektronik yang atraktif adalah karena kemutkhirannya. Dengan adanya kewajiban untuk merevitalisasi informasi dari si pemilik website mengindikasikan bahwa informasi yang di munculkan ke permukaan dikategorikan informasi yang terbaru. Meskipun demikian, perluadanya kehati-hatian dalam mengakses informasi yang berisi data kuantitatif. Data kunatitatif ini sayangat terbuka untuk berubah denganperkembangan waktu.
c.       Cepat
Untuk mengakses informasi melalui media elektronik dapat dilakukan dalam hitungan menit. Dengan demikian, kecepatan memperoleh informasi elektronik akan sangan cepat sekali. Hal ini sangat dapat dirasakan apabila dibandingakan dengan cara mengakses informasi melalui media cetak, apalagi apabila buku-buku yang bersifat standar.
d.      Daya jangkau
Daya jangkau informasi elektronik mampu merambah ke seluruh penjuru dunia sepanjang tersedia jaringan system telekomunikasi. Kalau kita mengakses sumber informasi elektronik perlu disadari bahwa kita salah seorang dari sekian banyak pihak atau orang yang menelusurinya. Dengan demikian, dapat kita pahami nilai-nilai positive dari kegunaan mengakses dan memanfaatkan sumber informasi elektronik.
e.      Komprehensif
Melalui teknis penelusuran sejumlah sumber informasi elektronik, dalam konteks yang sejenis (sama), sangat memungkinkan untuk diakses. Dalam waktu yang sangat cepat kita dapat mengakses informasi yang konprehensif. Dengan mengkaji analisis lebih lanjut dari berbagai sumber tersebut dimungkinkan dapat melakukan verifikasi informasi sehingga dapat menjaga objektivitas nilai terhadap substansi informasi yang tersajikan.
f.        Selektif
Informasi elektronik sifatnya selektif. Artinya, hanya informasi yang penting yang memiliki nilai dan manfaat tertentu yang dimunculkan melalui media ini.

           Berdasarkan uraian diatas, maka melalui teknologi informasi yang mampu mewadahi dan meginformasikannya, seperti computer jaringan, computer internet, computer mulitimedia, dan pembelajaran jaak jauhnya, maka realitas pembelajaran yang tidak kesampaian selama ini akan terwujud dengan cepat. Tentunya jika dikaitkan denga konsep biologi komunikasi, maka hal in I sangat mendukung senivitas prilaku dalam bentuk stimulus secara cepat dan terintegrasi dalam advance organizer skill-nya yaitu kemampuan seseorang untuk mengolah dan mengklarifikasi informasi pembelajaran dalam benak memorinya.
bacaan
Darmawan Deni. 2012. Inovasi Pendidikan (Pendekatan Praktik Teknologi Multimedia dan Pembelajaran Online.Bandung: PT. Remadja Rosdakarya.

Darmawan Deni. 2012. Teknologi Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar